Mengubah Icon FireFox

Firefox yang menurut sebagian pengguna Internet merupakan salah satu browser tercepat, ternyata juga dapat dimodifikasi. Salah satu modifikasi yang ingin saya lakukan kali ini adalah mengganti icon standarnya yang biasanya selalu menempel di Title Bar atau Taskbar saat browser tersebut dijalankan.

Agar trik kecil ini dapat berjalan mulus, pertama-tama Anda harus mengingat folder Firefox di dalam hard disk. Apabila saat proses install Firefox Anda tidak melakukan perubahan apa pun (mengikuti standar instalasi dari Firefox), biasanya file-file Firefox ini akan tersimpan di dalam folder "C:\Program Files\Mozilla Firefox".

Apabila Anda sudah membuka folder tersebut, Anda dapat membuka subfolder "Chrome" di dalamnya. Selanjutnya, di dalam subfolder “Chrome”, buat folder baru dengan nama "Icons" melalui "File | New | Folder". Klik ganda folder baru tersebut. Dalam subfolder "Icons" buat juga subfolder "default" dengan cara yang sama. Apabila Anda melakukannya dengan benar, folder lengkapnya adalah "C:\Program Files\Mozilla Firefox\-Chrome\Icons\Default". Kini Anda tinggal menentukan icon yang akan dimasukkan ke dalam subfolder tersebut. Cari file icon dengan ekstension ".ico" di dalam hard disk. Apabila sudah menentukan satu icon yang Anda sukai, copy icon tersebut ke dalam subfolder "Default". Ubah nama asalnya menjadi "Main- Window.ico” dan restart komputer. Setelah Windows aktif kembali, buka browser Firefox. Sekarang lihat icon yang berada di Title Bar dan Taskbar. Icon pun telah berubah.


Shortcut Full Screen Pada MS Word

Program pengolah tulisan seperti Microsoft

Word biasanya memiliki banyak

toolbar di dalamnya. Toolbar ini sangat

membantu dalam proses pengeditan

tulisan. Di dalamnya terdapat banyak

fungsi yang bisa digunakan untuk proses

pengeditan. Namun, beberapa pengguna

Microsoft Word merasa terganggu dengan

kehadiran toolbar tersebut. Mereka beranggapan

adanya toolbar tersebut dapat

menyita ruang gerak untuk proses editing

tulisan, karena halaman kerja terasa sempit.

Biasanya masalah ini sering dirasakan

oleh pengguna Word yang memiliki

ukuran layar monitor kecil.

Microsoft sebagai pembuat Microsoft

Word, tampaknya sudah memiliki pemecahan

untuk menangani masalah ini.

Pengguna yang merasa halaman kerjanya

terlalu sempit dapat mengubah penampilan

Word-nya menjadi "Full

Screen" yang dapat dipilih pada menu

"View" dalam menu bar utama. Dengan

cara tersebut, halaman kerja akan memenuhi

seluruh layar monitor. Toolbar,

menu bar, serta taskbar akan menghilang,

sehingga lembar kerja bertambah

luas. Microsoft juga menyediakan

shortcut standar untuk proses ini, yaitu

"[Alt]+[F]". Akan tetapi, jika pengguna

tidak begitu menyukai shortcut standar

ini, mereka juga diberikan keleluasaan

untuk mengubah shortcut-nya.

Untuk mengubahnya, buka "Customize"

dari menu "Options". Kemudian,

klik tombol "Keyboard" yang berada di

bagian bawah. Word akan menampilkan

jendela "Customize Keyboard". Kini dari

bagian "Categories" cari option "View".

Lalu di bagian "Commands" pilih "ToggleFull".

Sekarang, berikan kombinasi

shortcut baru di bagian "Press New

Shortcut Key", misalnya "[Alt]+[S]". Jika

sudah, klik "Assign" dan tutup jendela

"Customize". Kini pengguna tinggal

mencoba shortcut baru tersebut untuk

mengubah penampilan halaman kerja

menjadi mode "Full Screen".

Merampingkan Windows XP

Langkah-langkah pembersihan awal dapat

dengan cepat dan nyaman dilakukan

dengan tool-tool Windows.

Membersihkan direktori Windows:

Jalankan "Disk Cleanup" melalui

'Start| All Programs | Accessories | System

Tools" untuk menghapus file temporary,

log file yang tidak lagi dibutuhkan, dan

sampah-sampah data lainnya.

Membersihkan folder lainnya: "Disk

Cleanup" hanya membersihkan

folder standar Windows. Untuk melacak

file-file lainnya, Anda dapat melakukan

pencarian melalui "Start | Search". Di

dalamnya, Anda pilih "All Files and Folders"

dan klik "More Advanced Options".

Pilih juga "All Files and Folders" di bagian

"Type of File". Aktifkan fungsi "Search hidden

and folders" di bagian "Search system

folders". Selanjutnya di bagian " All or

part of the file name" masukkan

*.tmp,*.bak,*.old,*.gid,

*.fts

Hapus semua file yang ditemukan.

Menyortir ulang file: Defragmentasi

akan menyusun ulang data pada

hard disk. Klik "Start | Run" dan masukkan

defragc:

di mana c: adalah drive berisi instalasi

Windows.

Men-start lebih cepat: Pada setiap

start, sistem Windows akan

menyusun ulang file-file Start, sehingga

prosesnya lebih cepat. Periksalah, apakah

fungsi tersebut sudah aktif. Untuk itu,

jalankan registry editor dan navigasikan

ke "HKEY_LOCAL_MACHINE | Software |

Microsoft | Dfrg | BootOptimizeFunction".

Perhatikan jendela kanan, apabila di

dalam entry "Enabled" sudah tercantum

nilai "Y", berarti fungsi telah diaktifkan.

Mencegah Autostart: Semakin banyak

program dijalankan secara

otomatis bersama Windows, proses boot

semakin lama. Sebaiknya kosongkan

folder "Startup" di dalam menu "Start |

All Programs". Selanjutnya, klik "Start |

Run" dan masukkan perintah.

msconfig

Singkirkan tanda di depan setiap program

yang tidak perlu dijalankan

bersama Windows.

Aplikasi semacam itu juga dapat tersembunyi

di dalam registry. Buka "HKEY_LOCAL_

MACHINE | Software | Microsoft |

Windows | CurrentVersion". Entry-entry

Startup dapat Anda temukan dalam subfolder

"Run" dan "RunOnce".

Merampingkan registry: Dengan

Regseeker (ada di CHIP-DVD) Anda

dapat menyingkirkan entry-entry registry

yang sudah tidak diperlukan, sehingga

dapat memperluas kapasitas hard disk.

Anda cukup mengklik "Cleanup registry"

pada layar utama.

Keranjang sampah kecil: Dalam setting

standar, Windows menentukan

tempat pembuangan sebesar 10% dari

kapasitas hard disk untuk recycle bin.

Apabila hard disk Anda berkapasitas besar,

10% menjadi terlalu boros.

Klik kanan recycle bin dan buka "Properties".

Turunkan nilainya menjadi 2-3%

dengan menggeser slider-nya.

Singkirkan font: Dalam folder "Windows\

Fonts" tidak boleh terdapat

lebih dari 100 jenis font, karena dapat

memperlambat Windows. Di dalam folder

ini sebaiknya Anda tidak menghapus

font dengan akhiran .fon, karena font

tersebut digunakan Windows sendiri. Selain

itu, jenis font "Tahoma" dan "Marlett"

juga sebaiknya tidak Anda hapus.

Tidak perlu standby: Standby sebenarnya

lebih tepat diterapkan pada

notebook, sehingga pada PC desktop

lebih baik di nonaktifkan karena dapat

memboroskan isi RAM. Caranya klik

"Start | Control Panel | Performance and

Maintenance | Power Options". Singkirkan

tanda di depan "Enabled hibernation"

di dalam tab "Hibernate".

Menghapus file Help: Pengguna

yang telah berpengalaman sebenarnya

tidak lagi membutuhkan Windows

Help. Oleh karena itu, sebaiknya hapus

saja folder "Help" ini dalam direktori

Windows setelah sebelumnya menonaktifkan

''Write Protected" dalam "Properties".

Perhatian! : Folder ini tidak dapat begitu

saja di-restore. Penghapusan bisa Anda

lakukan jika Anda benar-benar tidak

membutuhkannya lagi.